.jpeg)

Sidoarjo — SMP Al Falah Deltasari kembali menyelenggarakan kegiatan pembelajaran luar kelas melalui Studi Ekskursi Kelas 7 yang mengusung tema Innovation Experience: Technology & Entrepreneurship pada Rabu, 22 April 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di PT. Yakult Indonesia Persada Mojokerto dan Educational Cimory Prigen sebagai bagian dari penguatan pembelajaran kontekstual bagi peserta didik tahun ajaran 2025/2026.
Sejak pagi hari, siswa telah hadir di sekolah untuk mengikuti rangkaian persiapan, apel, dan briefing keberangkatan. Siswa melakukan perjalanan menuju lokasi kunjungan pertama di PT. Yakult Indonesia Persada Mojokerto pukul 06.30 WIB.
Di lokasi tersebut, siswa memperoleh pengalaman langsung mengenai proses produksi minuman probiotik, penggunaan teknologi modern, serta pentingnya menjaga standar kebersihan dan kualitas dalam industri pangan. Antusiasme siswa terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan selama sesi edukasi berlangsung.


Hal tersebut juga dirasakan oleh Cleanta Alfredavicy Ekwandra (Kelas 7) yang mengaku mendapatkan pengalaman belajar yang berbeda dari biasanya. Menurutnya, kesempatan melihat langsung proses produksi membuatnya lebih memahami bahwa sebuah produk tidak hanya dibuat, tetapi juga melalui tahapan yang terencana dan terstandar.
“Biasanya kami hanya belajar dari buku, tapi kali ini bisa melihat langsung bagaimana proses pembuatan produk di Yakult dan Cimory. Saya jadi lebih paham bahwa membuat sebuah produk itu tidak mudah,” ungkapnya.
Kegiatan kemudian dilanjutkan ke Educational Cimory Prigen. Siswa mengikuti program edukasi yang dikemas lebih interaktif. Selain mendapatkan pengetahuan tentang industri olahan susu, mulai dari bahan baku yang digunakan, sejarah industri, hingga strategi pemasaran yang digunakan.


Lebih dari sekadar kunjungan, kegiatan ini juga terintegrasi dengan penugasan berbasis proyek bertajuk Future Founder Project. Melalui lembar kerja yang telah disiapkan, siswa melakukan observasi dan analisis perbandingan antara kedua industri, mulai dari produk, bahan baku, teknologi, proses produksi, hingga strategi pemasaran dan target konsumen.
Hasil pengamatan kemudian dikembangkan menjadi ide usaha kreatif yang dirancang secara berkelompok. Bagi Cleanta, bagian ini justru menjadi pengalaman paling menarik karena ia dan teman-temannya dapat berperan layaknya seorang pengusaha muda.
“Yang paling saya suka adalah saat kami diminta membuat ide usaha sendiri. Rasanya seperti benar-benar menjadi pengusaha,” tambahnya.
Sebagai bentuk implementasi hasil pembelajaran, ide usaha tersebut akan dipresentasikan dalam berbagai bentuk kreatif, seperti poster digital, video promosi, maupun pitch deck, yang kemudian melalui tahapan seleksi hingga Final Pitch untuk menentukan kelompok terbaik.
Kepala SMP Al Falah Deltasari, Ustaz Gatot Purwanto, menegaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna bagi siswa. Menurutnya, pembelajaran tidak hanya berhenti pada teori, tetapi perlu diperkuat dengan pengalaman nyata di lapangan.
“Kami ingin siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga melihat secara langsung bagaimana ilmu tersebut diterapkan di dunia nyata. Melalui kegiatan ini, siswa dilatih untuk berpikir kritis, kreatif, dan memiliki jiwa kewirausahaan,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, SMP Al Falah Deltasari terus berupaya menghadirkan pengalaman belajar yang tidak hanya berorientasi pada pengetahuan, tetapi juga pada pengembangan karakter dan keterampilan abad ke-21. Studi ekskursi ini diharapkan mampu menjadi langkah awal bagi siswa untuk mengenal dunia industri sekaligus menumbuhkan semangat inovasi dan kewirausahaan sejak dini.
Belum ada komentar, jadilah pertama untuk berkomentar